INFO KAMPUS
  

KALENDER AKADEMIK
Feb 2012
Mg Sn Sl Rb Kms Jmt Sb
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29
Detail

Awards
 International Business Award
 Profesional Berdedikasi
 AMICTA 2011

CONTACT CENTER
Support 1 :
Support 2 :

Kampus Utama:
Jl. Let. Jend. POL SUMARTO Watumas Purwonegoro Purwokerto Jawa Tengah Indonesia 53113

Kampus II :
Jl. HR. Bunyamin P1/1 Limas Agung Purwokerto Jawa Tengah Indonesia 53131

Telp : (0281) 623321
Fax : (0281) 621662
email : amikompurwokerto@ amikompurwokerto.ac.id

Program Pengabdian
Program Utama Pengabdian Masyarakat
Pada dasarnya ruang lingkup dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh LP2M STMIK AMIKOM Purwokerto sangat luas yaitu meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan pengamalan IPTEKS kepada masyarakat dalam rangka pemberdayaan dan mengembangkan masyarakat. Akan tetapi untuk lebih memfokuskan gerak langkah terutama dalam menghadapi era persaingan global, LPM STMIK AMIKOM Purwokerto menetapkan beberapa isu strategis sebagai landasan per programnya, yaitu :

1. Pembinaan Industri Kecil dan Menengah
Dilihat dari jumlah industri kecil dan menengah (IKM) maupun daya tamping tenaga kerjanya, IKM yang ada jauh lebih besar dibandingkan denga usaha skala besar. Akan tetapi kondisi IKM pada umumnya justru sangat lemah, apalagi kalau dikaitkan dengan kondisi persaingan yang sangat kompetitif dewasa ini, baik pada pasar domestik maupun pasar ekspor. Permasalahan IKM yang sekaligus menjadi topik program pengabdian antara lain : kualitas produk, manajemen usaha, pemasaran, teknologi proses produksi, kualitas tenaga kerja, dan pendanaan dan akses permodalan.

2. Pembinaan Kewirausahaan
Di satu sisi pembangunan ekonomi nasional lebih bertumpu pada sektor industri, sementara pada sisi yang lain semangat motivasi maupun ketrampilan berwirausaha pada sebagian angkatan kerja maupun calon tenaga kerja lemah. Sebagian besar tenaga kerja baik lulusan sekolah menengah umum, akademi, maupun S-1 pada BUMN/BUMS, sedikit sekali yang mempunyai minat mengembangkan usaha sendiri (berwirausaha). Sementara daya tampung sektor pemerintah maupun swasta sudah sangat terbatas. Oleh karena itu penciptaan lapangan kerja secara mandiri merupakan alternatif yang harus dikembangkan, agar pengangguran tidak semakin membengkak. Masalah-masalah dalam pembinaan kewirausahaan antara lain : memotivasi berwiraswasta, ketrampilan teknik produksi, ketrampilan manajerial permodalan, ketrampilan berwirausaha menggunakan teknologi.

3. Pembinaan Wilayah
Kesenjangan pembangunan antar wilayah terutama antara desa dan kota nampak sangat menonjol, apalagi pada desa-desa yang terpencil atau letaknya jauh dari akses pertumbuhan ekonomi. Padahal potensi sumber daya alam yang dimiliki barangkali cukup tersedia. Kesenjangan ini apabila dipecahkan akan menimbulkan permasalahan baru terutama bagi kota disekitarnya, seperti urbanisasi, keamanan dan penyediaan fasilitas umum. Masalah-masalah yang perlu dipecahkan antara lain : pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, penggalian dan aktualisasi potensi sumber daya masyarakat, ketrampilan berwirausaha dengan memanfaatkan teknologi.

4.Pengembangan Teknologi
Pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) tidak akan terwujud tanpa adanya pengembangan teknologi, baik yang dilakukan di masyarakat maupun di dalam kampus sendiri. Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan pada strata lebih banyak dititik beratkan pada aras teori dan metodologi, sementara aras keterampilan terapan harus dikembangkan untuk lebih mendukung berbagai jenis pengabdian yang dilakukan di masyarakat. Jenis kegiatan yang dilakukan antara lain : penelitian, rekayasa teknologi, ujicoba dan pengembangan, percontohan.

5.Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas tenaga kerja khususnya pada sektor pemerintah (pegawai negeri) dan swasta (BUMN/ BUMS) maka peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu alternatif pemecahan yang utama. Hal ini dimaksudkan agar para karyawan baik pada tingkat operasional maupun manajer mampu menghadapi tuntutan perkembangan zaman yang semakin meningkat. Isu strategi ini dikembangkan dalam berbagai kegiatan seperti : pelatihan manajemen usaha, pelatihan manajemen pemerintahan, pelatihan tenaga kerja profesional, lokakarya kepemimpinan, penataran dan lokakarya penyusunan.