04 INFORMASI PENGABDIAN MASYARAKAT
Januari
2015


Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan STMIK AMIKOM Purwokerto dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) yang keberadaannya didasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980, didirikan berdasarkan Surat Keputusan Ketua STMIK AMIKOM Purwokerto No. 31/K.02/STMIK AMIKOM/IX/2005 tanggal 12 September 2005. Dalam melaksanakan fungsi pengabdian dikeluarkan SK Ketua STMIK AMIKOM Purwokerto No. 811/K..02/STMIK AMIKOM/IX/2011 tanggal 5 September 2011 tentang Peraturan Akademik Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, LP2M STMIK AMIKOM Purwokerto selalu menjalin kerjasama dengan berbagai instansi/lembaga pemerintah maupun swasta termasuk di dalamnya BUMN dan BUMD, atas dasar kemitraan yang saling menunjang dan saling menguntungkan.

TUJUAN
  1. Meningkatkan pelaksanaan program IPTEK, Saintek dan sebagainya.
  2. Meningkatkan kerjasama dengan institusi lain dalam pengembangan dan penerapan IPTEK.
  3. Meningkatkan kemampuan dosen dalam melaksanakan pengabdian.
  4. Meningkatkan wawasan dan ketrampilan mahasiswa untuk melahirkan karya cipta(inovasi)di bidang informatika yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah di lingkungan masyarakat baik pedesaan maupun perkotaan.
  5. Meningkatkan ketrampilan yang dimilik mahasiswa dalam menggunakan atau me-utilisasi teknologi informasi untuk membantu serta menunjang aktivitas kesehari-harian di masyarakat maupun pribadinya.
ASAS
Landasan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, yang dalam pelaksanaannya selalu menggunakan asas :
  1. Ilmu amaliah dan amal ilmiah ; mengamalkan IPTEKS kepada masyarakat dengan menggunakan landasan ilmiah (metodologi ilmiah).
  2. Kerjasama : hubungan dengan berbagai institusi yang dijiwai semangat kekeluargaan dan kemitraan yang saling menunjang dan saling menguntungkan.
  3. Kelembagaan : kegiatan pengabdian dilaksanakan secara melembaga (institusional) dengan mendayagunakan seluruh potensi sumberdaya yang dimiliki (STMIK AMIKOM Purwokerto).
  4. Edukatif : kegiatan pengabdian dengan dasar pemikiran membantu untuk dapat memberdayakan dirinya sendiri.
MASYARAKAT SASARAN
Dalam rangka mencapai masyarakat yang dinamis maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi :
  • Perorangan (pengusaha, petani, karyawan, dsb.)
  • Lembaga bisnis, lembaga pemerintahan (BUMN, BUMS)
  • Komunitas/masyarakat tertentu.
  • Bidang Kegiatan

    Bidang kegiatan yang dikembangkan oleh LP2M STMIK AMIKOM Purwokerto meliputi Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat, Penelitian dan Penerapan Hasil-Hasil Penelitian, dan Pemberian Konsultasi. Jenis kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing bidang adalah.

    1. Pendidikan kepada masyarakat Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka, menyebarluaskan, mendesiminasikan IPTEKS untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
    2. Pelayanan kepada masyarakat, memberikan bantuan jasa keahlian kepada masyarakat/khalayak sasaran yang membutuhkan. Berbagai bantuan jasa keahlian dimungkinkan karena STMIK AMIKOM Purwokerto memiliki ahli yang cukup dan jenis keahlian sesuai dengan disiplin ilmu yang dikembangkan.
    3. Pengembangan Wilayah (Program cybermas, merupakan suatu kegiatan untuk mengembangkan suatu wilayah dengan seluruh sistemnya secara komprehensif dan terpadu menggunakan sebuah sistem yang terkomputerisasi.
    4. Tugas Praktek, menghasilkan calon sarjana sebagai penerus pembangunan yang menghayati permasalahan yang kompleks yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan dan belajar menanggulangi permasalahan tersebut secara pragmatis dan ilmiah serta Mendekatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan mahasiswa melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di masyarakat. Membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan mempersiapkan kader-kader pembangunan.
    5. Pengembangan dan Penerapan Hasil Penelitian, Hasil-hasil penelitian betapapun canggihnya belum merupakan sumbangan bagi pembangunan masyarakat bila belum diimplementasikan hasil-hasilnya. Tidak semua hasil penelitian telah tersaji dalam bentuk yang siap untuk diterapkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah upaya untuk mengembangkan hasil-hasil penelitian menjadi produk baru berupa pengetahuan terapan, teknologi ataupun seni. Produk terapan ini bisa berupa perangkat lunak (software) seperti sistem informasi, cara kerja, prosedur kerja, metode atau perangkat keras (hardware) seperti peralatan, mesin dan sebagainya.
    6. Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi, yaitu membimbing mahasiswa untuk berwirausaha menggunakan teknologi. Sehingga mahasiswa dapat mandiri.
    Program Utama Pengabdian Masyarakat

    Pada dasarnya ruang lingkup dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh LP2M STMIK AMIKOM Purwokerto sangat luas yaitu meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan pengamalan IPTEKS kepada masyarakat dalam rangka pemberdayaan dan mengembangkan masyarakat. Akan tetapi untuk lebih memfokuskan gerak langkah terutama dalam menghadapi era persaingan global, LPM STMIK AMIKOM Purwokerto menetapkan beberapa isu strategis sebagai landasan per programnya, yaitu :

    1. Pembinaan Industri Kecil dan Menengah
    2. Dilihat dari jumlah industri kecil dan menengah (IKM) maupun daya tamping tenaga kerjanya, IKM yang ada jauh lebih besar dibandingkan denga usaha skala besar. Akan tetapi kondisi IKM pada umumnya justru sangat lemah, apalagi kalau dikaitkan dengan kondisi persaingan yang sangat kompetitif dewasa ini, baik pada pasar domestik maupun pasar ekspor. Permasalahan IKM yang sekaligus menjadi topik program pengabdian antara lain : kualitas produk, manajemen usaha, pemasaran, teknologi proses produksi, kualitas tenaga kerja, dan pendanaan dan akses permodalan.
    3. Pembinaan Kewirausahaan
    4. Di satu sisi pembangunan ekonomi nasional lebih bertumpu pada sektor industri, sementara pada sisi yang lain semangat motivasi maupun ketrampilan berwirausaha pada sebagian angkatan kerja maupun calon tenaga kerja lemah. Sebagian besar tenaga kerja baik lulusan sekolah menengah umum, akademi, maupun S-1 pada BUMN/BUMS, sedikit sekali yang mempunyai minat mengembangkan usaha sendiri (berwirausaha). Sementara daya tampung sektor pemerintah maupun swasta sudah sangat terbatas. Oleh karena itu penciptaan lapangan kerja secara mandiri merupakan alternatif yang harus dikembangkan, agar pengangguran tidak semakin membengkak. Masalah-masalah dalam pembinaan kewirausahaan antara lain : memotivasi berwiraswasta, ketrampilan teknik produksi, ketrampilan manajerial permodalan, ketrampilan berwirausaha menggunakan teknologi.
    5. Pembinaan Wilayah
    6. Kesenjangan pembangunan antar wilayah terutama antara desa dan kota nampak sangat menonjol, apalagi pada desa-desa yang terpencil atau letaknya jauh dari akses pertumbuhan ekonomi. Padahal potensi sumber daya alam yang dimiliki barangkali cukup tersedia. Kesenjangan ini apabila dipecahkan akan menimbulkan permasalahan baru terutama bagi kota disekitarnya, seperti urbanisasi, keamanan dan penyediaan fasilitas umum. Masalah-masalah yang perlu dipecahkan antara lain : pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, penggalian dan aktualisasi potensi sumber daya masyarakat, ketrampilan berwirausaha dengan memanfaatkan teknologi.
    7. Pengembangan Teknologi
    8. Pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) tidak akan terwujud tanpa adanya pengembangan teknologi, baik yang dilakukan di masyarakat maupun di dalam kampus sendiri. Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan pada strata lebih banyak dititik beratkan pada aras teori dan metodologi, sementara aras keterampilan terapan harus dikembangkan untuk lebih mendukung berbagai jenis pengabdian yang dilakukan di masyarakat. Jenis kegiatan yang dilakukan antara lain : penelitian, rekayasa teknologi, ujicoba dan pengembangan, percontohan
    9. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
    10. Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas tenaga kerja khususnya pada sektor pemerintah (pegawai negeri) dan swasta (BUMN/ BUMS) maka peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu alternatif pemecahan yang utama. Hal ini dimaksudkan agar para karyawan baik pada tingkat operasional maupun manajer mampu menghadapi tuntutan perkembangan zaman yang semakin meningkat. Isu strategi ini dikembangkan dalam berbagai kegiatan seperti : pelatihan manajemen usaha, pelatihan manajemen pemerintahan, pelatihan tenaga kerja profesional, lokakarya kepemimpinan, penataran dan lokakarya penyusunan.


    ===========================================

    5 Top Materi

    Download

      Panduan Akademik
      Kalendar Akademik 2017/2018-1
      Panduan Kerja Praktek
      Tata Cara Pendaftaran Kerja Praktek
      Template Skripsi
      Pedoman Penyusunan Skripsi
      Tata Cara Pendaftaran Skripsi dan Yudisium
      Sertifikat Akreditasi S1 Sistem Informasi
      Sertifikat Akreditasi S1 Teknik Informatika
      Pedoman Penyusunan Jurnal Skripsi
      SK dan Serftifikat Akreditasi Institusi

    5 Top Papers