12 STMIK Amikom Gelar 2nd Citisee 2017
Maret
2018


STMIK Amikom Purwokerto, menggelar 2nd Citisee 2017 di Hotel Java Heritage, Kamis (7/12). Acara tersebut digelar atas kerjasama Neris Group dan organisasi profesi Indoceiss.

Neris group terdiri dari enam Perguruan Tinggi di Indonesia, yakni STMIK Amikom Purwokerto, AMIK Cipta Dharma Solo, STMIK Akmaluhur Pangkalpinang, STMIK PalComTech, Sekolah Teknik Bandung, dan STIKOM PGRI Banyuwangi.

Acara tersebut diikuti 70 pemakalah dan 90 peserta seminar. Dengan menghadirkan dua pemateri, yakni Prof Hidetaka Nambo dari Kanazawa University Jepang dan rektor Universitas Amikom Yogyakarta, M Suyanto. Agenda tersebut mengusung tema Optimalisasi Strategi yang Relevan dengan Peta Persaingan di Era Digital.

Ketua panitia, Kuat Indartono mengatakan, acara yang sudah digelar dua kali ini merupakan kegitan rutin tahunan STMIK Amikom Purwokerto. “Kegiatan ini untuk mengumpulkan dan mem-publish hasil penelitian dosen-dosen seluruh Indonesia,” kata Kuat.

Ketua STMIK Amikom Purwokerto, Dr Berlilana SP SKom MSi mengatakan, pergerakan industri kreatif semakin hari semakin meningkat dan berjalan sesuai perkembangan teknologi saat ini.

Dengan tema tersebut, ‎ia berharap peserta yang fokus di ekonomi kreatif lebih memahami persaingan dan dapat menerapkan strategi tepat untuk pemasaran industri kreatif.

‎”Perkembangan ekonomi kreatif sudah mencapai Rp 826 Triliun dengan tenaga kerja sekitar 15,9 juta orang. Peran Perguruan Tinggi, sangat penting sekali sebagai wadah supaya industri kreatif semakin berkembang dengan riset dan perkembangannya. Dan pemerintah dengan kebijakan dan aturan yang mendukung industri kreatif, supaya bisa berkembang sesuai harapan kita,” katanya.

‎Narasumber dari Kanazawa University Jepang, Hidetaka Nambo mengatakan, di Jepang banyak lansia yang tinggal sendiri tidak bersama keluarganya. Di satu sisi, keterbatasan lansia yang hidup seorang diri membuat tidak ada yang dapat menolongnya.

Makanya, ia mengaku ingin menelitinya supay‎a dapat memantaunya di ruangan dengan gas sensor yang ditangkap dari gerakan seseorang di ruangan itu. Pemantau itu dibuat dengan metode tertentu sebagai rule yang digunakan untuk estimasi posisi objek.

“Saat ini yang sedang dikembangkan bioelektrik tumbuhan yang diperlakukan khusu‎s dengan menempelkan elektroda di daunnya,” kata dia.

Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, M Suyanto mengatakan, era digital sangat berhubungan dengan populasi masyarakat di dunia. Hampir dipastikan setiap penduduk menonton film‎ minimal satu kali dalam satu tahun.

“Industri kreatif saat ini, sangat menjanjikan. Karena yang dijual bukan produk seperti industri biasa, tapi yang dijual value yang memiliki nilai tawar lebih,” katanya.

Jepang, menjadi satu negara yang cukup serius mengembangkan industri kreatif. Dimulai dari konten, passion, local product dan lainnya. 

5 Top Materi

5 Top Papers

===========================================